Drama

ada suara yang tidak dimiliki kata-kata, hingga ia hanya bisa terbaring dalam ruang sebelah kiri.

ada sepi yang penuh seluas angkasa, dalam degup ia melesak lalu tersedak.

air mata seperti rinai yang menepuk wajah bumi

dan wangi tanah

kaki-kaki kecil yang dipanggul lewat bahu penuh mimpi

menguap

tak kembali

air mata adalah senjata yang terluka

pergilah pergi bawa semua perkara pergi

seperti mimpi tak ada habisnya

lalu tertampar di akhir cerita

 

 

10.18 P.M. 

Bandung, 24 Oktober 2010

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s