Sepi

Sepi

Menghantarkan padang panjang penuh beban

Derap kaki yang tak kunjung henti,

berlari

 

Meratapi ruang-ruang tak ada penghuni

Meringkuk, terasa penuh beban

Pekak riuh di dalam, sesak!

 

Tak ada ruang

Tak ada waktu

Tak punya diri sendiri

 

Saat harapan bercampur baur

Semburat tangis terasa biasa

Ego mulai jadi kebiasaan

Hidup dalam kebiasaan

Terbiasa dalam makian itu

Terbiasa dengan perih itu

Tangisan yang jadi biasa

 

Langit mulai menghempas

Diri makin lama makin jadi tempat tak tentu

Diri makin lama makin tak tentu

 

Lagi-lagi sepi

Tak ada arti

 

Maaf terlupa entah dimana

Tawa lagi-lagi pergi entah kemana

 

Sepi

Aku mulai terbiasa

 

 

Agustus 2006

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s