Senja Milikmu

Ada yang mengaduh, hatiku.

Terantuk-antuk senyum milikmu.

Bagaimana jika senja kuhadiahkan untukmu?

Seperti Seno yang memotong cakrawala jingga untuk kekasihnya lantas menyimpannya dalam saku.

Karena senja menyimpan senyummu.

Karena senja menyebut namamu.

Dan aku tergugu jatuh cinta untukmu.

Senja tidak selamanya.

Ia tenggelam memahat jalan ke dalam gelap malam.

Aku bergumul bersama nyata,

kita tidak akan pernah ada.

Tiap senja adalah kamu.

Yang terindah dan tak terjamah.

Sangkalan

Mungkin ini akhir segalanya

Kita yang terbiasa bermimpi, enggan membuka mata.

Dan peluk sebagai tanda selamat datang tiba di rumah,

sudah lama mengapung sia-sia di penghujung senja berairmata.

“Semua salahmu!” Itu katamu selalu

“Aku bersalah, tapi bukan hanya aku yang harus menanggung segala.”

Selalu itu balasku

Kita tak pernah bertemu di titik temu

Hanya amuk penuh luka,

meledak lalu hening.

Berguling bersama lingkaran setan dan logika neraka

Tak ada yang mau mengalah,

tak ada yang mau menyerah.

Kita sama mengetahui,

segala hal telah berubah.

Dan yang menahan kita sejauh ini,

hanyalah ketakutan untuk mengamininya.

Matahari Pagi

Matahari pagi adalah awal mula segala doa dihidupkan.

Terangnya menyadarkan,

kemarin sudah masa lalu.

Hangatnya melegakan,

nafas ini masih mengisi ruang tubuh.

Matahari pagi adalah penanda kebangkitan semesta.

Dengannya kita memaknai malam yang dingin.

Kelam bukan berarti selamanya,

ada pagi yang akan terbit.

Gelap tidak sama dengan mati,

karena pagi menghidupkannya kembali.

Matahari pagi adalah cara Tuhan memberi manusia arti.

Bahwa setiap perjalanan dimulai dari ketiadaan.

Untuk kemudian bangkit dan bersinar.

Menyebar dan berpencar.

Mengisi ruang semesta dengan hangat cinta kasih.

Matahari pagi adalah saatmu bertemu Sang Kekasih.

Memohon petunjuk penuh berkat.

Meminta peluk dan lingkupan rasa damai.

Matahari pagi adalah tempat manusia meminta.

Setelahnya,

biarkan langkah bawamu lalui hari.

Menerjemahkan pesan Tuhan dengan laku sikap terbaik,

hingga matahari bertemu penghujung hari.