Sangkalan

Mungkin ini akhir segalanya

Kita yang terbiasa bermimpi, enggan membuka mata.

Dan peluk sebagai tanda selamat datang tiba di rumah,

sudah lama mengapung sia-sia di penghujung senja berairmata.

“Semua salahmu!” Itu katamu selalu

“Aku bersalah, tapi bukan hanya aku yang harus menanggung segala.”

Selalu itu balasku

Kita tak pernah bertemu di titik temu

Hanya amuk penuh luka,

meledak lalu hening.

Berguling bersama lingkaran setan dan logika neraka

Tak ada yang mau mengalah,

tak ada yang mau menyerah.

Kita sama mengetahui,

segala hal telah berubah.

Dan yang menahan kita sejauh ini,

hanyalah ketakutan untuk mengamininya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s