Kepada Perempuan yang di Kepalanya Tertancap Dua Arah Mata Angin

Denganmu, aku tak perlu menjelaskan apapun.

Mengapa kita percaya energi adalah sumber kebahagiaan sekaligus kedukaan manusia.

Bagaimana tiap orang pada dasarnya tercipta dari kebaikan, hanya luka yang seringkali menutupinya.

Bahwa mencintai tanpa prasyarat adalah selangkah lebih dekat menuju kebahagiaan.

Denganmu, aku tak harus merasa terpaksa mengubah diri.

Cintamu membebaskan, melepaskan.

Bersamaku, kaulah manusia beruntung itu.

Dan aku adalah ciptaan terindah Tuhan yang dihadirkan untukmu.

Wahai perempuan dengan dua arah mata angin di kepalanya.

Denganmu masa depan bukan gambaran kecemasan.

Ia lahir dari doa yang dikemas keberanian.

Bukan lagi bisa atau tidak, tapi sejauh apa kamu mau melangkah.

Bukan sekedar kekhawatiran atas kegagalan dan persiapan menghadapi kejatuhan.

Tapi perjuangan di setiap pagi lantas berpasrah di ujung hari.

Tak henti.

Tak peduli garangnya matahari.

Untuk perempuan dengan hati paling cantik yang pernah kutemui.

Kata tidak akan pernah cukup mengungkapkan betapa kamu adalah hadiah paling luar biasa yang pernah dihadirkan Semesta.

Segala jalan membawaku menujumu.

Setiap perjalanan berpulang kepadamu.

Untuk perempuan yang penuh berisi kasih Semesta.

Ini hatiku dalam genggaman, kuberikan untukmu.

Ini hidupku, kuberikan kepadamu.

Untukmulah aku diciptakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s