Mencintai Mbaknya

Ia tak suka dipaksa

Ia tak suka dipertanyakan

Ia tak suka disuruh merogoh

Ia tak suka lantai rumah terinjak sepatu

Ia tak suka candanya dibalas dengan ketus

Ia ingin aku paham,

bahwa keberadaannya sampai saat ini

adalah bukti bahwa ia mencintaku

bahwa ia masih menginginkan berdiri di sampingku.

Ia tak ingin menuruti perintah

Ketika dipaksa ia akan membuktikan bahwa ia tak bisa ditekan.

Ia bara berpijar,

api yang membakar kayu.

Ia naga,

yang tak suka keriuhan sepele buatan si tikus.

Ia adalah ia yang keras,

mencintai dengan cara yang ia yakini.

Ia adalah ia yang lembut,

mengasihi tanpa perlu diceramahi.

Mencintainya adalah proses belajarku

Mencintainya adalah cara aku mempelajari sebuah proses terjadi,

cinta yang tidak sekedar kata-kata.

Mencintai yang sekedar mencintai,

tanpa berpikir bagaimana akhir nanti

tanpa bertanya akankah bahagia sedang menanti

tanpa berpikir hal buruk yang akan terjadi.

Mencintainya adalah sebenar-benar mencintai.

Tanpa berpikir imbal kembali.

::malam terang bulan::

Jakarta, 15 Mei 2014

Bentara Bumi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s