Kausa

Aku menulis untuk meluruhkan beban bukan melupakan.
Karena ingatan adalah taji terdalam ciptaan manusia.
Semakin kau menariknya semakin kuat cengkeramannya.

 

Aku menulis untuk menghayati ketiadaan bukan melupakan.
Sebab kesadaran mesti dijejakkan di atas bumi baru ia bisa berjalan.
Tidak meminta atau menolak, hanya melihat dan memperhatikan.

 

Aku menulis bukan untuk mengingat kesedihan ataupun melupakan.
Karena rasa bukanlah diri dan butuh berdiam diri untuk mengingat diri yang sebenar-benar diri.
Aku menulis untuk mengingat diriku sendiri.

 

Aku menulis untuk melepaskan bukan melupakan.
Karena tak ada yang bisa musnah di belantara semesta.
Karenanya, melupakan adalah perbuatan sia-sia.

 

Aku menulis untuk mengingat pilihan perjalanan yang direncanakan.
Karena menjadi manusia adalah soalan mengalami.

Memahami perjalanan yang diniatkan sejak awal mula.
 

Aku menulis untuk mencintai.
Menampung cinta kasih semesta dalam cawan kesadaran;
untuk kemudian mereguknya lahap, tandas, penuh berkat bahagia.

 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s