Damba

Kita bertaruh tentang waktu dan jumlah,
berbicara batas perasaan
Kukatakan padamu langit Jakarta indah di waktu malam

Kalimat sopan, tanda baca tanpa cela
Khayal semu disemat dalam jarak antar kata
Pelan ikuti batas garis mati

Sampai kapan kita bertahan?
Permainan ini murah tanpa bayaran atau harapan
Gelap terbit dan aku bukan diriku sendiri

Apakah cinta pantas untukku?
Banyak tanya meluncur, bibir mungilmu gementar,
dan pandangku terantuk lama sekali

Wahai puan penuh damba ingin tahu,
denganmu aku menyunting diriku sendiri
Kita takkan ke mana,
meski aku tak menolak jika kau meminta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s